Honda Super 90 Versus Bajaj Pulsar 220
Haha,..
Doesn’t make sense sih, ngebandingin antara Honda S90 sama Pulsar 220, cc-nya Pulsar aja lebih dari 3 kali-nya cc Honda S90 (90cc).
Kenapa saya bandingin, karena, ya… Coz i feel like it aja, hehe…
Jujur, saya suka Honda S90 ini dari semenjak dulu, waktu pertama liat dulu, saat saya masih sma. Selidik punya selidik, ternyata Honda S90 ini kelahiran tahun 1964–1968. Lebih tua dari saya :p
Yup, i’m a classic lover bo… Selain S90, saya juga suka tuh Vespa keluaran tahun ‘60–an, yang bulet n cantik itu lho…, trus suka juga VW Combi :p yang versi Safari itu…
Nah, ceritanya sama Bajaj Pulsar tuh, kenapa saya jadi suka juga ya… karena 2 malam yang lalu on my way home dengan Shogun bongsor dari rumah dinda Nofa, saya ketemu ini Pulsar dan sedikit terkagum sama displaynya yang digital, weiss gede guys… ya ngekor deh selama beberapa saat, hingga akhirnya dikasih debu sama ni Pulsar,.. maklum ga ter-kejar. :p
Maka, saya tanya-lah sama Om Google, spek dan ceritanya tentang si Pulsar ini. Dan, weiss… dapet ini nih (ini spek buat yang Pulsar 200, yang 220 susah uy…):
* Lampu Utama (Headlamp) yang lebih rendah dan dilengkapi dengan bagian belakang yang lebih tinggi, telah memberikan kesan yang sangar.
* Sebuah peredam bunyi (silencer) yang terbuat dari bahan baja anti karat yang melekat pada knalpot yang terbuat dari bahan alumunium memberikan kesan sporty sejati dan keabadian.
* Garpu suspensi depan lebih besar dengan panjang 130 mm, memberikan kesan kekar dan macho yang mampu mengatasi kondisi jalan yang ekstrim serta membantu memberikan efek pengereman yang mantap.
* Cakram depan besar yang berdiameter 260 mm mampu memberikan tenaga pengereman yang besar dan mantap.
* Dengan teknologi pengalihan otomatis (Auto Switchover) yang unik dan akan bekerja bilamana salah satu dari dua lampu pijar (filament) dari Lampu Utama (Headlamp) tidak berfungsi.
* Fitur teknologi untuk menghemat daya aki akan memastikan terjadinya penundaan untuk beberapa saat apabila setelah dihidupkan sebanyak 3 kali berturut-turut namun sepeda motor masih juga belum hidup.
* Bola lampu berwarna kebiruan digunakan untuk lampu utama dan lampu-lampu parkir / senja. Bola lampu tersebut mampu memancarkan cahaya putih yang kuat sehingga memberikan kesan dan tampilan yang berbeda.
* Saklar-saklar pada setang kemudi yang halus dan menyala apabila lampu utama dinyalakan.
* Sama halnya teknologi pada mobil, Indikator lampu sein akan mati dengan sendirinya.
* Perpindahan gigi yang halus, lancar, ringan dan bebas selip dengan rangkaian tuas pemindah gigi model baru.
Weiss.. sipkan…
Dan klo soal Honda S90, gini ceritanya:
For those who wanted a streetbike with high-revving four-stroke horsepower but couldn’t swing a leg over a CB72 Hawk 250 or CB77 Super Hawk 305, Honda had a sweet little alternative. Introduced in October of 1964, the Super 90 came with an all-new engine and Super Hawk good looks, scaled down into an agile, 176-pound package. With a sticker price under $400, this was basic transportation that looked and performed like anything but.
Its 89cc, all-alloy, single-overhead-cam heart was a quantum leap forward in small-bore four-stroke technology. With the single cylinder canted forward like all small-bore Hondas of the day, the new engine allowed a 9500 RPM rev ceiling while cranking out an impressive 8hp at 8000 RPM. Sending power through a slick-shifting four-speed gearbox and manual clutch, the Super 90 could cruise at 60 miles per hour all day long, and could pick up the pace to manage an honest 65 if you were in a hurry. If you weren’t into going it alone, there was room and power enough to accommodate backroad adventures for two.
Kisaran harga Pulsar yang belasan juta, membuat saya hanya bisa nga-huleng saja alias wishing alias ber-andai-andai aja. But, kalo untuk Honda S90, sepertinya bisa saya beli, hehe, walau dilarang sama pacar…
Tapi, jarang banget nih yang jual S90…
Yuk ah…






Gak pake gambarnya? Biar pembaca lebih mudah ngebandingin.
Gambar nyusull… soalnya, waktu nulis ini, biar hemat jadi ga pake gambar dulu… :p